Perancis Kena Sial Karena Tolak Bawa Karim Benzema ke Euro 2016

Demikian yang tersirat dari ucapan Alvaro Arbeloa di akun twitternya. Sang bek yang baru saja meninggalkan Real Madrid, menilai Benzema adalah nomor sembilan terbaik dunia. Oleh karenanya, blunder besar sudah dilakukan Les Bleus yang lebih mengutamakan isu etika di masyarakat daripada kemampuan sejati Benzema.
Tidak adanya Karim Benzema dalam skuat Prancis terjadi setelah skandal pemerasan via video seks atas namanya terkuak di publik. Benzema diduga kuat terlibat dalam upaya pemerasan Mathieu Valbuena, rekannya sesama pemain timnas Prancis. Investigasi akan hal ini terus berlanjut.
Pelatih Didier Deschamps sebenarnya ada dalam dilema. Namun, ia akhirnya memutuskan tidak mengangkut Benzema. Banyak yang menuding, ini terjadi bukan atas pikiran Deschamps, tetapi karena FFF, federasi Prancis, ditambah desakan para petinggi negara tersebut.

Presiden FFF, Noel Le Graet pada Desember 2015 menyatakan, Inilah keputusan yang diambil FFF: Benzema tidak akan tersedia untuk timnas Prancis untuk waktu yang belum ditentukan. Keputusan kami ini sudah diterima oleh manajer Prancis, Didier Deschamps. Kala itu alasan etika yang disodorkan.
Padahal, Karim Benzema adalah salah satu penyerang terbaik dunia saat ini. Dan ketika Prancis di final Euro 2016 tidak bisa membobol gawang Portugal, pendukung Benzema seperti mendapatkan pembenaran. Olivier Giroud, Kingsley Coman, Antoine Griezmann, Andre-Pierre Gignac, hingga Anthony Martial tidak bisa menjebol gawang Rui Patricio. Prancis seolah kehilangan sosok Benzema.
Alvaro Arbeloa, yang dikenal sangat solider dengan rekan-rekannya di Real Madrid pun mencuitkan, Inilah yang terjadi ketika Anda meninggalkan nomor sembilan terbaik dunia di rumah.
Prancis sendiri mengakhiri cerita manis kala menjadi tuan rumah. Pada Euro 1984 dan Piala Dunia 1998, mereka juara ketika bermain di kandang sendiri.

buynbajerseys.net pengeluaran togel singapura hari ini Sumber: Sidomi