Melihat Peluang Southamton Mengalahkan MU di Final EFL Cup

Mereka akan berjumpa dengan Manchester United (MU) di ajang final Piala Liga Inggris atau yang dikenal dengan English Football League (EFL) Cup pada Minggu (26/02/2017) pukul 23.30 WIB mendatang.
Pertandingan kedua klub tersebut akan dilaksanakan di Wembley yang menjadi stadion kebanggan masyarakat Inggris. Bagi Southampton, tampil di stadion ini tentunya sebuah keistimewaan. Pasalnya, terakhir kali mereka bermain di sini pada 28 Maret 2010 silam di mana mereka tampil di ajang final English Football League (EFL) Trophy dengan mengalahkan Carlisle United dengan skor akhir 4-1. Saat itu, Kesebelasan yang bermarkas di St Mary’s Stadium ini masih bermain di Divisi Ketiga Liga Inggris tersebut.
Kembali berbicara soal EFL Cup, bagi kesebelasan yang didirikan dengan nama awal adalah St. Mary’s YMA ini menjadi penampilan kedua mereka di final ajang tersebut yang berlangsung di Wembley. Pertama kali mereka tampil di laga puncak kejuaraan yang sebelumnya bernama Capital One Cup ini adalah pada tahun 1979. Sayang Southampton hanya menjadi runner up lantaran dalam pertandingan tersebut mereka kalah tipis 1-0 dari Nottingham Forestasuhan pelatih Brian Brian Cloughyang saat itu merupakan klub yang ditakuti lantaran berstatus sebagai Juara European Cup (kini UEFA Champions League) dan peringkat kedua Liga Inggris saat itu.

Namun The Saints juga bukannya tidak pernah berpesta di Wembley. Tiga tahun sebelumnya, di tahun 1976, mereka berhasil mengangkat trofi di Wembley setelah mengalahkan MU di Final Piala FA. Trofi tersebut juga sekaligus menjadi trofi terakhir Southampton hingga saat ini. Praktis, sudah 41 tahun Southampton belum pernah meraih gelar juara di level tertinggi sepakbola Inggris.
Tentunya ini adalah tantangan yang sulit bagi anak asuh Claude Puel. Pasalnya, tim yang mereka lawan, MU, bukanlah tim sembarangan. Mereka pernah memenangkan ajang EFL Cup sebanyak empat kali, terakhir dilakukan pada tahun 2010 lalu. Manajer baru Setan Merah, Jose Mourinho tentunya ingin mempersembahkan gelar pertama bagi klub yang tukangi kali ini. pelatih asal Portugal tersebut dikenal pelatih spesialis juara EFL Cup, ia memilik kesempatan memenangkan untuk keempat kalinya piala tersebut melengkapi tiga trophy sebelumnya yang didapat selama di Chelsea.
Walau dirasa berat, Southampton diperkirakan memiliki peluang yang sama besarnya dengan MU. Ada 6 alasan klub yang identik dengan warna seraga, merah-putih ini untuk berprestasi di EFL Cup untuk pertama kalinya, berikut alasannya.
Waktu Persiapan
Bila menilik jadwal kedua tim, maka Southampton memiliki waktu persiapan yang lebih panjang ketimbang MU. Pasalnya, mereka memiliki waktu 16 hari sebelum laga final. Terakhir Oriol Romeu dkk bertanding ketika menang melawan Sunderland 4-0 di ajang Premier League tanggal 11 Feberuari 2017 lalu.
Sedangkan sang lawan, MU kini masih disibuki oleh ajang Liga Eropa dan hanya memberikan mereka waktu selama tiga hari untuk recovery. Tentunya masa pemulihan jauh lebih baik dimiliki oleh Southampton.
Ingatan Piala FA 1976
Pertemuan antara Southampton dan MU di Wembley dalam laga final pernah terjadi sebelumnya. Tebak saat laga apa? Iya, benar saat pertandingan final di Piala FA. Di ajang sepak bola tertua di dunia tersebut, The Saints menang tipis 1-0 atas MU.
MU saat itu datang sebagai favorit juara. Pasalnya mereka meraih peringkat ketiga di Divisi Pertama, sedangkan Southampton merupakan pesakitan lantaran datang dari Divisi Kedua dan menempati urutan keenam. Namun satu gol Bobby Stokes di menit ke-83 menghancurkan semua prediksi sekaligus menjadi salah satu legenda yang dihormati oleh penggemar Southampton.
Bila berhasil memenangkan piala ini, Claude Puel akan menajadi pelatih asing ke-17 yang berhasil membawa anak asuhnya menjadi juara. Namanya sejajar dengan Gerard Houllier, Manuel Pellegrini, Gianluca Vialli, Juande Ramos, dan Mourinho yang sempat memenangkanya.
Giant killers
Perjalanan Southampton menuju final EFL Cup musim ini sungguh fantastis. Sesudah mengalahkan Crystal Palace di babak ketiga, Mereka langsung tancap gas dengan menghancurkan tim-tim besar seperti Sunderland, Arsenal, dan Liverpool. Bahkan Liverpool harus menelan kekalahan sebanyak dua kali di babak semifinal.
Namun kondisi MU yang tengah dipuncak performa menjadi tantangan tersendiri. Mereka tidak terkalahkan dalam 7 pertandingan terakhir, temasuk menang melawan Saint-tienne pada laga kedua 32 besar Liga Europa. Hal Ini wajib diwaspadai agar Southampton tak mengulangi dosa tahun 1979 lalu.
Manolo Gabbiadini
Dapat dikatakan bahwa Manolo Gabbiadini adalah pembelian pemain terbaik di Premier League dalam bursa transfer musim dingin yang lalu. Bagaimana tidak, pria Italia tersebut berhasil merebut hati penggemar Southampton lantaran berhasil mencetak 3 gol dari 2 laga. Hal ini menjadikan Gabbiadini menjadi pencetak gol terbanyak ketiga sementara bagi The Saints.
Padahal sebelumnya ketika membela Napoli, pesepak bola berusia 25 tahun tersebut hanya menjadi cadangan. Bahkan ia perlu menghabiskan 13 pertandingan untuk bisa mencetak 1 gol di musim ini. Dengan harga beli 14.5 juta Euro, pembelian pemain yang sempat membela Sampdoria dapat dikatakan hemat ongkos.

Gabbiadini tentu akan menjadi senjata baru bagi Southampton untuk mengalahkan MU. Uniknya, pemain yang mengawali karir di Atalanta ini pada tahun 2011 lalu sempat dilirik Si Setan Merah. Namun karena lamban dalam membuat keputusan, ia pun diserobot oleh Napoli. Tentunya pertandingan ini dapat menjadi ajang pembuktian kualitas pemain bertinggi badan 1,86 m bahwa MU salah tak serius menggaet dirinya.
Clean Sheet
Entah bagaimana pertahanan Southampton begitu kokoh di ajang EFL Cup musim ini lantaran mereka belum satu gol pun kebobolan. Fakta ini tentunya berbanding terbalik dengan kiprah mereka di Premier League yang sudah kemasukan 31 gol dan hanya memasukan 28 gol saja. Itu artinya The Saints tidak kemasukan selama 450 menit, termasuk menghadapi Arsenal dan Liverpool tanpa satu bola pun dipungut ke gawang Fraser Foster.
Bila berhasil memenangkan ajang ini dengan catatan clean sheet melawan Mu nanti, Southampton akan mencetak rekor yang sempurna sekaligus mengakhiri dahaga gelar yang sudah lama ditunggu dalam ruang trofi milik mereka.

Pertandingan Final EFL Cup antara Manchester United vs Southampton akan disiarkan secara live dan ekslusif, hanya di Supersoccer TV pada hari minggu, 26 Februari 2017 pukul 23.30. Daftarkan akun Anda menjadi member premium/ultimate untuk mendapatkan akses menyaksikan pertandingan Final EFL Cup (klik di sini untuk mendaftar).

buynbajerseys.net pangerantoto com Sumber: Supersoccer.co ID