Pemprov DIY Komit Terus Bangun Kualitas dan Kuantitas Koperasi

Yogyakarta – Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berjanji akan terus berjuang akan kualitas dan kuantitas koperasi di DIY meningkat. Saat ini jumlah koperasi di DIY sebanyak 2.680 buah dan sekitar 300 di antaranya tidak pasif. Demikian dikatakan Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Provinsi DIY, Sultoni Nurifai, kepada SP, sesuai acara “Sosialisasi Petunjuk Teknis Pengawasan Koperasi” di Yogyakarta, Rabu (21/9).Ia mengatakan, dari koperasi sejumlah tersebut besar asetnya senilai Rp 3,87 triliun. “Kita targetkan untuk tiga tahun ke depan bisa menambah aset sampai 10 persen,” kata dia. Dikatakan, sebanyak 300 koperasi dikatakan pasif karena tidak menjalankan rapat anggota tahunan selama tiga tahun berturut-turut dan tidak ada kegiatan usaha. Sampai saat ini dan ke depan, kata dia, pihanya berjuang agar koperasi yang pasif ini akan menjadi aktif. “Kita juga berjuang agar dalam tiga tahun ke depan bisa menambah koperasi aktif minimal sebesar 10 persen,” kata dia. Sultoni mengatakan, koperasi dikatakan aktif atau sehat kalau pengelolaannya profesional, asetnya bertambah, manajer untuk koperasi simpan pinjam rata-rata sudah mengikuti diklat menagemen keuangan perusahaan dan akutansi. Selain itu, sebagai manajer sudah mempunyai sertifikat kompetensi yang dikeluarkan Badan Sertifikasi Nasional (BSN). Ia berharap, koperasi di DIY terus fokus pada usahanya. Selain itu, diharapkan ada tambahan permodalan. Dikatakan, jenis koperasi di DIY adalah koperasi simpan pinjam (KSP) yang terdiri dari koperasi konvensional dan koperasi syariah. “Koperasi syariah di DIY sebanyak 258 buah, dan sepertinya akan terus bertumbuh dengan baik,” kata dia. Jenis koperasi yang lain adalah koperasi produsen seperti pengrajin bambu, kayu, keramik, logam, produsen susu. Selanjutnya koperasi konsumen seperti penyedian bahan-bahan kebutuhan pokok. Selanjutnya lagi koperasi jasa seperti transportasi, konsultasi, dan wisata. Siprianus Edi Hardum/EHD Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu