Novanto Diperiksa KPK, Rapat Paripurna DPR Batal Digelar

Jakarta- Rapat paripurna DPR dengan sejumlah agenda antara lain pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Terorisme, Selasa (13/12) batal digelar karena pimpinan dewan tidak kuorum. Hanya satu dari lima pimpinan DPR yang hadir yakni Fahri Hamzah. Pimpinan DPR lainnya yakni Fadli Zon dan Agus Hermanto masih di luar negeri. Sementara Ketua DPR dari Fraksi Golkar Setya Novanto sedang menjalani pemeriksaan sebagai saksi di KPK terkait dugaan korupsi e-KTP. Anggota DPR dari Fraksi Nasdem Taufiqulhadi mengatakan, hingga saat ini belum ada surat tertulis pembatalan rapat paripurna. Sebab, Ketua DPR Setya Novanto sedang diperiksa KPK. “Cuma Pak Fahri yang hadir. Kalau satu orang itu, dia tidak boleh mengambil keputusan, hanya untuk mendengar. Padahal hari ini pengambilan keputusan,” katanya. Paripurna awalnya memiliki sejumlah agenda seperti pengambilan keputusan RUU soal Pengesahan Perjanjian antara Indonesia dan Singapura tentang penetapan garis batas laut wilayah kedua negara di bagian timur Selat Singapura. Selain itu, pengambilan keputusan pengesahan perpanjangan pembahasan RUU tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dan perpanjangan RUU tentang Wawasan Nusantara. Selain itu, paripurna DPR mengagendakan mendengarkan laporan Komisi III DPR yang telah melakukan uji kepatutan dan kelayakan ( fit and proper test) pada dua orang calon Hakim Ad Hoc Hubungan Industrial di Mahkamah Agung. Komisi XI DPR juga seharusnya melaporkan telah melakukan uji kepatutan dan kelayakan terhadap dua orang calon Deputi Gubernur Bank Indonesia. Hotman Siregar/Markus Junianto Sihaloho/WBP Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu