Ketua DPR Pastikan Penuhi Panggilan KPK

Jakarta – Ketua DPR, Setya Novanto memastikan bakal memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (13/12). Ketua Umum Partai Golkar itu dijadwalkan diperiksa penyidik KPK sebagai saksi kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) berbasis elektronik atau e-KTP. Rudy Alfonso, pengacara Novanto menyatakan, kliennya bakal datang ke Gedung KPK sekitar pukul 10.00 WIB untuk memenuhi panggilan penyidik. Dikatakan, hal ini sebagai sikap Novanto untuk menghormati upaya penegakkan hukum terkait kasus dugaan korupsi e-KTP yang dilakukan KPK. “Pak Novanto akan menjelaskan apa yang dia ketahui dan alami sendiri sebagaimana kewajiban seorang saksi yang diperlukan untuk proses perkara tersebut,” kata Rudy saat dikonfirmasi, Selasa (13/12) pagi. Diketahui, KPK telah menetapkan mantan Direktur Pengelola Informasi dan Administrasi Kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Dukcapil Kemdagri) Sugiharto sebagai tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP sejak April 2014 lalu. Dalam pengembangan pengusutan kasus ini, KPK menetapkan Irman, mantan Dirjen Dukcapil yang juga mantan atasan Sugiharto sebagai tersangka. Irman diduga bersama-sama dengan Sugiharto telah melakukan tindakan melawan hukum dan menyalahgunakan kewenangan terkait proyek tersebut. Akibatnya keuangan negara ditaksir mengalami kerugian hingga Rp 2,3 triliun dari nilai proyek Rp 5,9 triliun. KPK menyangka Irman dan Sugiharto melanggar Pasal 2 Ayat (1) subsider Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaiamana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP. [F-5] Fana Suparman/FMB Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu